Presiden Benfica, Rui Costa, melontarkan pembelaan yang sangat kuat terhadap Gianluca Prestianni. Ia menyebut keputusan UEFA untuk menangguhkan sang pemain sebagai tindakan yang tidak adil. Keputusan ini muncul menjelang laga krusial Liga Champions melawan Real Madrid. Gianluca Prestianni dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior pada leg pertama di Lisbon.

Tindakan UEFA Terhadap Gianluca Prestianni
Kontroversi ini bermula saat Gianluca Prestianni terlibat perdebatan sengit dengan Vinicius Jr. Insiden tersebut terjadi tak lama setelah pemain Brasil itu mencetak gol di Estadio da Luz. Meskipun UEFA masih melakukan penyelidikan, skorsing satu pertandingan sudah dijatuhkan. Costa menegaskan bahwa karakter winger Argentina tersebut sedang disalahartikan oleh publik.
Berbicara kepada media, mantan gelandang AC Milan itu menyatakan dukungan penuh klub. Ia percaya bahwa semua fakta yang sebenarnya belum terungkap sepenuhnya. Oleh karena itu, manajemen Benfica tetap berdiri tegak di belakang sang pemain. Mereka menilai sanksi larangan bermain tersebut terlalu terburu-buru sebelum proses hukum selesai.
Karakter Asli Gianluca Prestianni Menurut Rui Costa
Menanggapi media di bandara, Costa mengungkapkan kekecewaannya terhadap waktu pengambilan tindakan disiplin tersebut. “Kami percaya pada kata-kata pemain kami yang dituduh,” tegas Costa. Ia menjamin bahwa Gianluca Prestianni sama sekali bukan seorang rasialis. Namun, ia menghormati proses yang sedang berjalan meski merasa sangat keberatan.
Menurut Costa, situasi di lapangan seringkali memanas dan banyak hal bisa terucap secara spontan. Meskipun demikian, menuduh seseorang tanpa bukti final adalah tindakan yang tidak pantas. Benfica akan terus membela hak pemain berusia 20 tahun tersebut. Pihak klub berharap kebenaran akan segera muncul di akhir penyelidikan nanti.
Standar Ganda UEFA dan Nasib Bintang Muda Benfica
Saat membela Gianluca Prestianni, Costa juga menyoroti adanya standar ganda terkait pemain Real Madrid. Ia menyoroti insiden yang melibatkan Federico Valverde dan Samuel Dahl. Pemain Uruguay itu diduga melakukan tindakan agresif fisik namun terhindar dari hukuman. Selain itu, Valverde tetap diperbolehkan tampil pada leg kedua di Bernabeu.
Costa menjelaskan bahwa poin ini adalah soal keadilan olahraga di mata UEFA. “Ada agresi yang jelas dari Valverde,” katanya dengan nada kesal. Ia tidak ingin menggunakan kasus ini hanya untuk mengalihkan isu. Akan tetapi, ia ingin menekankan bahwa perlakuan terhadap pemainnya terasa jauh lebih berat dan tidak adil.
Keyakinan Benfica Tetap Tak Tergoyahkan
Tugas yang dihadapi Benfica di Madrid memang terasa sangat berat. Mereka harus bermain tanpa Gianluca Prestianni dan juga Jose Mourinho di bangku cadangan. Sang manajer harus menonton dari tribun karena hukuman kartu merah pada leg pertama. Singkatnya, tim asal Portugal ini sedang menghadapi krisis personel yang cukup serius.
Namun, Rui Costa tetap merasa optimis dengan kemampuan skuad yang tersisa. Ambisi dan keyakinan tim diklaim tetap tak tergoyahkan untuk membalikkan keadaan. Mereka berharap bisa mengulangi kemenangan atas raksasa Spanyol itu seperti di fase liga. Benfica siap bertempur dengan semua senjata yang ada demi tiket ke babak berikutnya.