Bursa transfer musim panas kembali menyajikan kejutan yang tak terduga, dan kali ini, nama Granit Xhaka menjadi pusat perhatian! Mantan gelandang Arsenal itu secara mengejutkan meresmikan kepindahannya ke Sunderland dari Bayer Leverkusen dengan nilai transfer £17 juta. Sebuah langkah yang memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat dan penggemar sepak bola, terutama mengingat kesuksesan luar biasa yang baru saja diraihnya di Jerman.
Granit Xhaka Sunderland kini menjadi berita utama. Kepindahan ini datang setelah dua musim yang sangat sukses di Jerman, termasuk membawa Leverkusen juara Bundesliga dan DFB-Pokal tanpa terkalahkan. Sebuah pencapaian monumental yang membuat kepergiannya semakin mengejutkan. Xhaka sendiri bukan nama asing di Liga Primer Inggris, dengan catatan 225 penampilan saat berseragam Arsenal, memberinya pengalaman segudang di kompetisi terberat di dunia.
Artikel Terkait : Giovanni Leoni Transfer: Diincar Liverpool Hingga Milan

Alasan Mengejutkan di Balik Kepindahan
Kepindahan eks gelandang Swiss ini ke Inggris menjadi pukulan telak bagi Erik ten Hag. Manajer Leverkusen yang baru itu sempat secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mempertahankan sang gelandang. Ia bahkan menegaskan bahwa kepergian Xhaka akan “merusak struktur dan budaya skuad.” Pernyataan Ten Hag ini menunjukkan betapa pentingnya peran Xhaka dalam timnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Namun, Xhaka memilih hengkang, menyusul kepergian figur-figur penting lain seperti Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, dan Jonathan Tah. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana Leverkusen akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain kunci tersebut.
Granit Xhaka sendiri tampak antusias dengan petualangan barunya di Sunderland. Ia berbicara kepada laman resmi klub: “Saya sangat bangga bisa berada di sini. Saat berbicara dengan klub, saya langsung merasakan antusiasme dan mentalitas yang dimiliki semua orang dan pemain. Inilah yang saya inginkan, dan saya punya perasaan yang sangat baik tentang ini.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan Xhaka didasari oleh keyakinan pada proyek yang ditawarkan Sunderland, sebuah klub yang baru kembali ke Liga Primer dan memiliki ambisi besar.
Pukulan Telak Bagi Erik ten Hag & Leverkusen
Keputusan transfer Granit Xhaka untuk hengkang jelas merupakan pukulan telak bagi Bayer Leverkusen dan Erik ten Hag. Ten Hag, yang baru saja tiba di Leverkusen, mungkin berharap Xhaka akan menjadi pilar kunci dalam membangun skuadnya. Kehilangan kapten lapangan tengah yang memiliki pengalaman dan kualitas seperti Xhaka akan memaksa Ten Hag untuk segera mencari pengganti yang sepadan. Ini menambah tekanan pada Ten Hag untuk segera beradaptasi dan menemukan solusi di bursa transfer.
Keluarnya Xhaka bersamaan dengan figur-figur penting lainnya menunjukkan bahwa Leverkusen mungkin sedang dalam fase transisi besar. Meski mereka baru saja meraih kesuksesan bersejarah, mempertahankan pemain bintang menjadi tantangan berat. Ten Hag kini dihadapkan pada tugas yang tidak mudah untuk membangun kembali kekuatan tim setelah eksodus pemain kunci.
Ambisi Baru Xhaka di The Black Cats
Sementara itu, Granit Xhaka di Sunderland akan langsung mendapatkan keuntungan dari pengalaman dan kualitasnya. Ia akan langsung bergabung dengan skuad Sunderland untuk menjalani pramusim, dan kehadirannya di lini tengah akan sangat dinantikan menjelang laga pembuka Liga Primer Inggris melawan West Ham. Pertandingan ini akan menjadi ujian pertama bagi Xhaka dan Sunderland di musim baru.
Kepindahan Granit Xhaka ke Sunderland adalah salah satu kisah paling menarik di bursa transfer. Ini adalah bukti bahwa dalam sepak bola, keputusan seringkali didasari oleh lebih dari sekadar uang atau status klub. Ambisi pribadi, kesempatan menjadi pemimpin, dan tantangan baru bisa menjadi faktor penentu. Xhaka telah memilih jalannya sendiri, dan para penggemar Liga Primer tentu akan antusias menyaksikan bagaimana ia akan kembali bersinar di tanah Inggris, kali ini dengan seragam Sunderland.