
Thomas Tuchel Lanjutkan Tren Kemenangan Di Kualifikasi Piala Dunia 2026 (1)
Inggris kembali melanjutkan tren positif mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Latvia dengan skor 3-0 dalam pertandingan yang digelar di Wembley, Selasa (25/3) dini hari WIB. Tiga gol dari Reece James, Harry Kane, dan Eberechi Eze membawa Three Lions mempertahankan posisi mereka di puncak Grup K. Meski meraih kemenangan meyakinkan, penampilan tim di bawah arahan manajer Thomas Tuchel masih jauh dari kata sempurna.
Artikel Terkait : Portugal 5-2 Denmark Cristiano Ronaldo Ke Semi-Final UEFA Nations League

Reece James Buka Keunggulan dengan Tendangan Bebas Spektakuler
Sejak awal pertandingan, Inggris menguasai permainan, namun mereka kesulitan menembus pertahanan Latvia yang sangat rapat. Meskipun menguasai bola hingga 75%, Inggris tidak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya di babak pertama. Namun, semua itu berubah di menit ke-38 saat Reece James melepaskan tendangan bebas melengkung yang sempurna dan tidak dapat dihalau oleh kiper Latvia, Roberts Ozols. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0, memberi Inggris keunggulan yang mereka dambakan.
James, yang kembali ke starting XI setelah sekian lama absen, menunjukkan kualitasnya dengan tendangan bebas yang menunjukkan kemampuan teknik luar biasa. Gol tersebut sekaligus menandai kembalinya James ke level internasional dengan performa yang impresif.
Harry Kane Perbesar Keunggulan dengan Gol Kedua
Babak kedua dimulai dengan lebih banyak tekanan dari tuan rumah. Meski sempat kesulitan di babak pertama, Inggris akhirnya memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-69. Umpan tarik dari Declan Rice berhasil disambut dengan sempurna oleh Harry Kane, yang tanpa kesulitan menempatkan bola ke gawang Latvia. Gol ini menjadi yang kedua bagi Kane di jeda internasional kali ini, membuktikan ketajaman striker Tottenham Hotspur ini yang tetap menjadi andalan utama lini depan Inggris.
Kane, yang sudah memimpin pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris, terus menunjukkan peran vitalnya di lini depan. Gol tersebut menunjukkan bahwa meskipun tim berjuang untuk menciptakan peluang, Kane selalu hadir di momen penting untuk memberikan kontribusi bagi tim.
Eberechi Eze Tutup Kemenangan dengan Gol Ketiga
Kemenangan Inggris akhirnya disegel oleh Eberechi Eze, yang masuk menggantikan James Ward-Prowse di menit ke-75. Pemain Crystal Palace itu melepaskan tembakan melengkung yang terdefleksi oleh bek Latvia, Antonijs Cernomordijs, dan membuat bola bersarang di pojok kiri gawang. Gol tersebut menutup pertandingan dengan skor 3-0, yang memperlihatkan dominasi Inggris meskipun mereka kesulitan dalam mengendalikan tempo permainan di sebagian besar laga.
Eze, yang tampil memikat saat tampil sebagai pemain pengganti, menambah kedalaman serangan Inggris dan bisa menjadi aset berharga bagi Tuchel dalam upayanya membentuk tim yang lebih kreatif.
Tren Kemenangan di Kualifikasi, Namun Perlu Perbaikan di Kreativitas
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Inggris di bawah manajer Thomas Tuchel, yang kini mengantongi dua kemenangan beruntun dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 — sebelumnya mereka mengalahkan Albania dengan skor serupa. Meskipun hasil ini memberi Inggris tiga poin penuh dan memperkuat posisi mereka di puncak grup, banyak suporter yang mengeluhkan kurangnya kreativitas tim.
Banyak penonton di Wembley yang kecewa dengan penampilan tim yang kurang atraktif dan mudah diprediksi. Suporter bahkan sempat melakukan Mexican Wave di tengah laga, sebuah indikasi ketidakpuasan terhadap permainan tim meski mereka sedang unggul. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Tuchel untuk meningkatkan kualitas permainan tim agar lebih menarik dan efektif, khususnya dalam membangun serangan yang lebih beragam.
Menanti Tantangan Berikutnya
Dengan kemenangan ini, Inggris kini memiliki posisi kuat di Grup K, dan mereka akan melanjutkan perjalanan kualifikasi mereka dengan menghadapi Andorra pada 7 Juni 2025 di Estadi Cornella-El Prat, Barcelona. Tiga hari setelahnya, Inggris akan berhadapan dengan Senegal dalam pertandingan persahabatan di City Ground, Nottingham. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi Tuchel untuk membuktikan kemampuannya membawa perubahan dalam gaya bermain tim yang lebih atraktif dan berdaya saing tinggi.
Meski Tuchel berhasil membawa kemenangan, ia masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan kreativitas tim dan memastikan permainan Inggris lebih solid di pertandingan-pertandingan mendatang.