
Prabowo Janjikan 20 Stadion Baru Dalam Tiga Tahun, Sepak Bola Indonesia Siap Melompat Lebih Tinggi (1)
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan sepak bola Indonesia. Dalam sebuah pernyataan penting, Prabowo menjanjikan pembangunan 20 stadion baru dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Janji tersebut ia sampaikan saat meresmikan 17 stadion secara serentak dari Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Langkah ini tidak hanya menjadi simbol revitalisasi infrastruktur olahraga nasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa pemerintah serius ingin mendorong prestasi sepak bola Tanah Air ke level yang lebih tinggi.
Artikel Terkait : Dicoret dari Skuad Argentina, Lionel Messi Akhirnya Angkat Bicara: “Saya Sedih Tidak Bisa Membela Negara Saya”

Komitmen Nyata Pasca Tragedi Kanjuruhan
Pembangunan dan renovasi stadion ini merupakan bagian dari tindak lanjut pasca Tragedi Kanjuruhan 2022 yang menewaskan 135 jiwa—sebuah luka mendalam dalam sejarah sepak bola nasional. Pemerintah mengambil pelajaran besar dari tragedi tersebut dan menjadikan pembenahan infrastruktur sebagai prioritas utama untuk menciptakan sistem keamanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi pemain dan suporter.
Dari 17 stadion yang diresmikan, 16 stadion merupakan hasil renovasi, sementara satu lainnya dibangun baru. Prabowo menegaskan bahwa proyek ini tidak akan berhenti sampai di situ. Target selanjutnya adalah pembangunan 17 hingga 20 stadion tambahan yang lebih modern dan representatif, terutama untuk kabupaten-kabupaten yang belum memiliki fasilitas olahraga memadai.
“Kita bertekad menambah, dua tahun hingga tiga tahun yang akan datang, kita tambah 17 atau 20 stadion akan kita bangun. Semua kabupaten, nanti ujungnya harus punya stadion yang baik,” ujar Prabowo.
Stadion Layak untuk Setiap Kabupaten, Mimpi Jadi Nyata
Salah satu pernyataan paling menarik dari Presiden Prabowo adalah keinginannya agar setiap kabupaten di Indonesia memiliki stadion yang layak pakai dan berstandar nasional. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola di daerah.
Saat ini, masih banyak kabupaten yang memiliki klub lokal namun tidak memiliki fasilitas stadion yang layak. Akibatnya, potensi pemain muda sering kali tidak berkembang secara optimal. Dengan hadirnya stadion baru, diharapkan akan tercipta pemerataan pengembangan bakat sepak bola dari akar rumput hingga ke tingkat profesional.
Sepak Bola Tak Ditentukan Kekayaan, Tapi Semangat
Dalam sambutannya, Prabowo juga menyoroti bahwa kemajuan sepak bola suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan ekonomi, melainkan oleh tekad, semangat, dan kerja keras masyarakatnya. Ia mencontohkan negara-negara Afrika yang mampu menembus Piala Dunia meski fasilitas mereka jauh di bawah standar negara maju.
“Bukan bangsa yang kaya saja yang sepakbolanya hebat. Banyak negara miskin di Afrika bisa masuk Piala Dunia. Mereka enggak punya lapangan sebagus ini. Tapi semangatnya luar biasa. Kita harus belajar dari mereka,” kata Prabowo.
Pernyataan ini menegaskan bahwa infrastruktur hanyalah salah satu bagian dari formula kesuksesan, dan semangat juang tetap menjadi elemen terpenting dalam membangun prestasi sepak bola Indonesia.
Dampak Positif untuk Ekosistem Sepak Bola Nasional
Janji pembangunan stadion ini tentu membawa dampak luas, tidak hanya bagi atlet dan pelatih, tetapi juga bagi ekosistem sepak bola secara keseluruhan, termasuk:
- Meningkatkan kualitas kompetisi lokal seperti Liga 3 dan turnamen antar kabupaten.
- Mempermudah klub-klub lokal mendapatkan lisensi stadion layak pakai.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor olahraga dan hiburan.
- Memberikan ruang bagi komunitas sepak bola dan akademi muda untuk berkembang.
Dengan stadion yang memadai, akan lebih banyak event dan turnamen lokal maupun internasional yang bisa digelar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan popularitas dan profesionalisme sepak bola Indonesia.
Saatnya Sepak Bola Indonesia Melaju Lebih Cepat
Pernyataan dan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 20 stadion baru dalam waktu tiga tahun ke depan merupakan langkah strategis dan berani dalam memperkuat fondasi sepak bola nasional.
Pembangunan stadion yang merata bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal keadilan, semangat, dan harapan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing di kancah dunia. Jika komitmen ini benar-benar terealisasi, maka bukan tidak mungkin generasi emas sepak bola Indonesia akan segera lahir dari berbagai pelosok negeri.
Sekarang, tinggal bagaimana semua pihak—dari federasi, pemerintah daerah, pelatih, hingga suporter—bersatu mendukung visi besar ini. Karena stadion hanya akan menjadi bangunan kosong tanpa semangat dari orang-orang yang mencintai sepak bola.