5

Lamine Yamal Menanggung Beban Berat di Barcelona, Strategi Flick Terancam Gagal?

Peringatan abadi Uncle Ben kepada Spiderman, “dengan kekuatan besar datanglah tanggung jawab besar,” kini berlaku bagi Lamine Yamal. Di usia…

Peringatan abadi Uncle Ben kepada Spiderman, “dengan kekuatan besar datanglah tanggung jawab besar,” kini berlaku bagi Lamine Yamal. Di usia 18 tahun, wonderkid Barcelona ini telah menjadi simbol keunggulan klub. Ia memikul ambisi Blaugrana untuk meraih kesuksesan domestik dan Eropa. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada dirinya mulai menunjukkan dampak negatif.

Artikel Terkait : Virgil Van Dijk Tinggalkan Liverpool, Ini Sosok Kapten Baru The Reds?

Lamine Yamal Menanggung Beban Berat di Barcelona, Strategi Flick Terancam Gagal (1)
Lamine Yamal Menanggung Beban Berat di Barcelona, Strategi Flick Terancam Gagal (1)

Ketergantungan Berlebih Barcelona pada Lamine Yamal

Sama seperti era Lionel Messi, Barcelona kini mengandalkan winger lincah ini untuk membuka permainan. Tim memberikan bola kepadanya di setiap kesempatan dengan harapan keajaiban akan terjadi. Lamine Yamal telah menerima tanggung jawab itu dengan sangat baik. Meski begitu, ia tidak seharusnya berjuang sendirian melawan dunia pada musim 2026 ini.

Kekuatan besarnya memiliki batas dalam sebuah olahraga tim. Belakangan ini, bintang Barcelona lainnya tampak gagal tampil maksimal saat Yamal sedang kesulitan. Tim asuhan Hansi Flick kini berada dalam bahaya nyata kehilangan gelar Liga dan Copa del Rey. Selain itu, bintang muda Barca ini mulai terlihat kelelahan secara mental akibat tekanan yang terlalu besar di pundaknya.

Statistik Menakjubkan Lamine Yamal dan Tanda Kelelahan

Lamine Yamal telah mencatatkan 28 keterlibatan gol dalam 32 penampilan musim 2025-26. Delapan di antaranya terjadi sejak awal tahun ini. Ia menjadi tumpuan Barca dalam laga krusial Liga Champions melawan Copenhagen. Namun, menjaga performa tersebut tentu saja sangat sulit bagi pemain seusianya.

Setelah kemenangan atas Mallorca, Yamal meminta diganti karena tanda kelelahan mulai terlihat. Meskipun Flick menekankan pentingnya manajemen waktu bermain, permata La Masia ini tetap bermain penuh di laga-laga berikutnya. Akibatnya, efektivitas permainannya menurun saat menghadapi strategi pertahanan ketat seperti yang diterapkan Atletico Madrid.

Strategi Hansi Flick yang Mulai Terbaca Lawan

Masalah Barcelona bukan hanya soal beban di pundak pemain muda mereka. Strategi permainan Hansi Flick yang menggunakan garis pertahanan tinggi mulai mudah dipatahkan lawan. Diego Simeone dan Michel dari Girona berhasil meniru cara untuk menghentikan pergerakan tim. Mereka menutup ruang gerak agar pemain depan tidak bisa melepaskan umpan atau melakukan dribel mematikan.

Saat kalah dari Girona, tim tampak tumpul dalam pengambilan keputusan. Laporan menyebutkan bahwa beberapa pemain inti harus bermain dalam kondisi yang kurang fit. Flick terjebak dalam dilema karena merasa tidak bisa mengistirahatkan pilar utamanya. Hal ini terjadi lantaran pemain kunci lainnya sering absen akibat masalah kebugaran yang berulang.

Melindungi Lamine Yamal sebagai Aset Masa Depan

Barcelona harus belajar dari sejarah perkembangan Lionel Messi. Messi membutuhkan waktu sebelum mencapai potensi penuhnya di bawah bimbingan pemain senior. Sebaliknya, Lamine Yamal telah memainkan 103 pertandingan sejak debutnya di usia 15 tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah pertandingan awal Messi di tim senior.

Oleh karena itu, menjaga kebugaran sang pemain harus menjadi prioritas utama Hansi Flick. Memberinya waktu istirahat dalam laga melawan tim papan bawah adalah langkah bijak. Flick harus menepati janji untuk lebih berhati-hati dalam mengelola menit bermain. Jika tidak, risiko cedera serius akan mengintai aset paling berharga milik klub ini.

Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *