1

“Tidak Akurat, Menghina, dan Provokatif” – Sir Jim Ratcliffe Diserang Andy Burnham

Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, tengah mendapat kritik tajam setelah memberikan pernyataan kontroversial mengenai imigrasi di Inggris. Pengusaha…

Pemilik bersama Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, tengah mendapat kritik tajam setelah memberikan pernyataan kontroversial mengenai imigrasi di Inggris. Pengusaha miliarder tersebut mengklaim bahwa Inggris telah menjadi “koloni” akibat jumlah penduduk yang terus meningkat pesat. Oleh karena itu, Perdana Menteri Sir Keir Starmer menuntut permintaan maaf, sementara Andy Burnham mengecam keras kebijakan opini yang dilontarkan Bos Ineos tersebut.

Artikel Terkait : Arne Slot Saya Tidak Akan Dipecat Jika Liverpool Gagal Lolos ke Liga Champions

Kritik Andy Burnham terhadap Sir Jim Ratcliffe

Dalam tanggapan yang sangat tajam, Andy Burnham menyoroti bahwa komentar provokatif dari Sir Jim Ratcliffe bertentangan dengan ciri khas kota Manchester. Selain itu, Burnham juga tampak menyindir kelompok kepemilikan Amerika yang selama ini mengelola United bersama sang miliarder. Meskipun keluarga Glazer masih memegang kendali hierarki klub, Burnham dengan tegas menentang pihak-pihak yang dianggap hanya menguras kekayaan institusi tanpa kontribusi nyata bagi masyarakat lokal.

Pernyataan mengejutkan ini muncul dalam wawancara terbaru yang dilakukan oleh Sir Jim Ratcliffe. Ia membandingkan sulitnya mengelola klub sepak bola dengan mengelola sebuah negara. Ia berpendapat bahwa untuk menangani masalah besar seperti imigrasi, seorang pemimpin harus berani mengambil langkah yang tidak populer. Namun, analogi yang diberikan Pemilik Manchester United tersebut justru memicu gelombang kemarahan dari berbagai pihak di Greater Manchester.

Kontroversi Mengenai Isu Imigrasi di Inggris

Dalam penjelasannya, Miliarder Inggris tersebut menyatakan bahwa ekonomi negara tidak akan sehat dengan tingkat imigrasi yang sangat tinggi. “Inggris telah dijajah oleh imigran, bukan begitu?” ujarnya dalam wawancara tersebut. Ia memaparkan data bahwa populasi Inggris meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai dampaknya, Sir Jim Ratcliffe menilai sistem yang ada saat ini tidak memungkinkan pemerintah untuk bertindak tegas dalam memperbaiki ekonomi.

Lebih lanjut, tokoh penting di balik grup Ineos ini juga menyinggung kepemimpinan Keir Starmer. Walaupun mengaku menyukai kepribadian Starmer, ia merasa sang Perdana Menteri terlalu baik hati dalam menangani isu ekonomi. Menurut pandangan Sir Jim Ratcliffe, Inggris membutuhkan tindakan keras untuk kembali ke jalur yang benar. Akan tetapi, pandangan ini justru dianggap sebagai serangan terhadap keberagaman masyarakat yang selama ini dibela oleh warga Manchester.

Respon Pemerintah Terhadap Komentar Miliarder Inggris

Starmer menanggapi wawancara tersebut dengan menyebut klaim Sir Jim Ratcliffe sebagai sesuatu yang “menyinggung dan salah”. Pendapat senada juga ditegaskan oleh Andy Burnham yang merasa perlu bersuara menentang sang Miliarder Inggris. Burnham menjelaskan bahwa Manchester adalah tempat di mana semua ras dan agama bersatu membangun kota. Singkatnya, menggambarkan imigran sebagai “kekuatan invasi” adalah tindakan yang tidak akurat bagi seorang tokoh publik seperti Bos Ineos.

Burnham menambahkan bahwa banyak pemain sepak bola dunia serta pekerja kesehatan telah memperkaya kehidupan di Manchester. Oleh sebab itu, kontribusi mereka harus dihargai daripada dikritik secara provokatif oleh Pemilik Manchester United. Pihak pemerintah daerah mengingatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman bagi stabilitas ekonomi maupun sosial wilayah tersebut.

Tantangan Baru bagi Manajemen di Old Trafford

Grup Ineos memang telah mengakuisisi saham Manchester United sejak 2023 di bawah arahan Sir Jim Ratcliffe. Saat ini, mereka memegang kendali penuh atas operasional sepak bola di stadion kebanggaan mereka. Meskipun performa tim mulai membaik, suasana di luar lapangan tetap panas akibat opini pribadi sang bos. Selain masalah politik, para penggemar juga masih menaruh perhatian pada kebijakan harga tiket yang ditetapkan oleh manajemen Sir Jim Ratcliffe.

Pada akhirnya, kontroversi ini menambah beban bagi citra manajemen baru di mata publik. Kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe kini diuji bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga soal tanggung jawab sosial sebagai figur pemimpin. Tantangan besar menanti pihak klub untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar membawa perubahan positif bagi seluruh elemen komunitas tanpa memicu perpecahan melalui pernyataan yang provokatif.

Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *