Raheem Sterling dilaporkan akan segera mengakhiri mimpi buruknya di Stamford Bridge. Pembicaraan mengenai kepergiannya kini semakin intensif sebelum bursa transfer musim dingin resmi ditutup. Pemain internasional Inggris tersebut telah lama diasingkan dari tim utama. Bahkan, ia tercatat belum bermain untuk klub dalam 100 pertandingan terakhir. Saat ini, negosiasi sedang berlangsung mengenai potensi penjualan atau pemutusan kontrak bersama.
Artikel Terkait :

Negosiasi Intensif Masa Depan Raheem Sterling
Pemain berusia 31 tahun itu sedang dalam diskusi aktif untuk meninggalkan London Barat. Menurut laporan The Daily Mail, langkah ini diambil untuk mengakhiri masa pengasingan yang membuatnya terpinggirkan. Urgensi untuk menemukan solusi meningkat tajam seiring mendekatnya batas waktu transfer. Manajemen klub berharap bisa segera melepas beban gaji dari sang penyerang Inggris tersebut.
Hingga kini, belum jelas apakah Chelsea akan menemukan pembeli yang bersedia membayar secara langsung. Opsi lain yang mungkin diambil adalah kesepakatan pemutusan kontrak secara bersama. Dengan sisa kontrak 18 bulan yang cukup menguntungkan, pembayaran kompensasi mungkin diperlukan. Hal ini penting untuk membebaskan ruang dalam anggaran gaji klub yang kini lebih ketat.
Statistik Mencolok di Tengah Pengasingan Cobham
Posisi Raheem Sterling di Chelsea semakin disorot karena statistik yang mencolok. Saat tim asuhan Liam Rosenior bersiap menghadapi Napoli, laga tersebut menandai pertandingan ke-100 tanpa kehadirannya. Penampilan terakhir Sterling terjadi saat melawan Bournemouth pada Mei 2024 lalu. Sejak saat itu, ia tidak lagi masuk dalam rencana teknis tim.
Manajer Liam Rosenior sendiri menolak memberikan detail spesifik mengenai situasi sang pemain sayap. Dalam konferensi pers terbaru, ia memilih untuk tetap diam dengan penuh hormat. “Saya sudah mengatakan apa yang perlu saya katakan tentang Raheem,” kata Rosenior. Meskipun menghormati pencapaian pemain sayap senior tersebut, ia menegaskan bahwa sang pemain tidak masuk dalam rencananya.
Raheem Sterling Sebagai Simbol Strategi Lama Klub
Situasi ini menjadi pengingat mahal tentang awal kepemilikan Todd Boehly. Ketika tiba dari Manchester City pada 2022, Raheem Sterling adalah rekrutan besar pertama rezim baru. Ia diberi kontrak fantastis senilai £325 ribu per pekan selama lima tahun. Namun, angka tersebut kini terasa janggal jika dibandingkan dengan struktur keuangan baru klub.
Kini, The Blues telah mengubah pendekatan perekrutan pemain mereka secara signifikan. Manajemen sekarang lebih menyukai kontrak berbasis insentif dengan gaji pokok yang lebih rendah. Kehadiran bintang veteran Chelsea tersebut menjadi beban finansial yang signifikan bagi klub. Itulah sebabnya, klub sangat ingin segera memutuskan hubungan kerja dengannya secara permanen.
Anggota Bomb Squad yang Masih Tersisa
Raheem Sterling adalah nama paling menonjol dalam kelompok yang dijuluki bomb squad. Kelompok ini berisi kumpulan pemain tanpa masa depan jangka panjang di klub. Mereka dipisahkan dari skuad senior dan harus berlatih terpisah di Cobham. Sebagian besar pemain dalam daftar ini sudah berhasil dilepas ke klub lain.
Nama terkenal lainnya dalam kelompok ini adalah Axel Disasi. Namun, situasi bek Prancis tersebut sedikit berbeda dengan Sterling. Disasi dilaporkan telah diizinkan kembali ke sesi latihan tim utama di bawah arahan Rosenior. Sementara itu, bagi mantan pemain City tersebut, tidak ada jalan kembali untuk berseragam biru. Satu-satunya pilihan yang tersisa hanyalah segera mencari jalan keluar dari klub.