Manchester United baru saja menelan pil pahit di ajang Piala FA musim ini. Kekalahan dari Brighton memicu rekor terburuk bagi klub dalam 111 tahun terakhir. Selain itu, mantan striker Danny Welbeck kembali menghantui Old Trafford. Kondisi semakin sulit setelah pemain muda Shea Lacey diusir keluar lapangan oleh wasit.
Nasib Manajer Interim Manchester United
Pertandingan melawan Brighton diperkirakan menjadi laga terakhir bagi manajer sementara, Darren Fletcher. Sebenarnya, Manchester United ingin memperpanjang romansa manis mereka dengan kompetisi tertua di dunia ini. Namun, taktik Fabian Hurzeler terbukti lebih efektif dalam meredam serangan tuan rumah.
Saat ini, pihak manajemen sedang mempertimbangkan Ole Gunnar Solskjaer atau Michael Carrick sebagai pengganti sementara. Mereka akan mengisi posisi tersebut sebelum klub memilih pelatih kepala permanen pada musim panas nanti. Meskipun demikian, siapa pun bos barunya, mereka tidak akan memimpin laga Piala FA musim ini.
Mantan Pemain Jadi Mimpi Buruk Setan Merah
Brighton tampil sangat menekan sejak awal laga. Hasilnya, Brajan Gruda berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-12. Setelah itu, The Seagulls menggandakan keunggulan melalui aksi Danny Welbeck pada menit ke-60. Pemain berusia 35 tahun itu melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau kiper.
Manchester United sebenarnya sempat memberikan perlawanan dramatis melalui gol Benjamin Sesko. Sayangnya, harapan untuk bangkit pupus ketika Shea Lacey menerima kartu kuning kedua. Pemain berusia 18 tahun tersebut tampak sangat emosional setelah diusir oleh wasit. Akibatnya, tim harus berjuang dengan 10 orang di sisa pertandingan.
Statistik Horor Manchester United Selama Satu Abad
Kekalahan ini meninggalkan catatan kelam bagi sejarah klub. Setelah tersingkir dari Piala FA dan Piala Liga, Manchester United hanya akan memainkan maksimal 40 pertandingan musim ini. Hal tersebut merupakan jumlah pertandingan terendah mereka sejak musim 1914/15 silam.
Sebagai perbandingan, musim lalu klub mampu berkompetisi dalam 60 pertandingan di berbagai ajang. Penurunan jumlah laga ini tentu sangat merugikan dari sisi kompetisi maupun finansial. Oleh karena itu, statistik ini menjadi peringatan nyata bagi seluruh elemen tim untuk segera berbenah.
Misi Kebangkitan di Derby Manchester
Meskipun sedang terpuruk, Manchester United harus segera mengalihkan fokus mereka. Pekan depan, mereka akan menjamu rival sekota, Manchester City, dalam laga derby yang sangat sengit. Tentu saja, kemenangan menjadi harga mati untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan para pendukung.
Saat ini, Manchester United masih tertahan di urutan ketujuh klasemen Liga Primer. Namun, mereka hanya terpaut tiga poin dari posisi empat besar. Jadi, peluang untuk meraih tiket Liga Champions musim depan masih terbuka lebar. Pihak manajemen berharap manajer interim baru bisa memberikan dampak instan bagi performa tim.