12

Bukan Kemenangan Biasa: Hansi Flick Kritik Keras Barcelona di Laga Pembuka La Liga

Barcelona memulai kampanye mempertahankan gelar La Liga dengan kemenangan telak di markas Real Mallorca. Mereka unggul 3-0, sebuah hasil yang…

Barcelona memulai kampanye mempertahankan gelar La Liga dengan kemenangan telak di markas Real Mallorca. Mereka unggul 3-0, sebuah hasil yang tampak sempurna di atas kertas. Namun, di balik skor yang meyakinkan, ada sinyal bahaya yang menyelimuti tim. Sang pelatih, Hansi Flick, justru tak senang. Alih-alih merayakan, Hansi Flick kritik Barcelona karena performa yang jauh dari harapannya.

Laga pekan pembuka La Liga 2025/26 di Son Moix berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi Blaugrana. Gol Raphinha dan Ferran Torres membawa tim unggul 2-0 di babak pertama, lalu Lamine Yamal mempercantik skor di masa injury time dengan sebuah finishing brilian. Kemenangan ini didukung oleh situasi yang sangat menguntungkan. Real Mallorca harus bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama setelah Manu Morlanes dan Vedat Muriqi diganjar kartu merah. Wasit tidak ragu memberikan hukuman yang membuat tim tuan rumah pincang, memberikan Barcelona keuntungan besar untuk mendominasi pertandingan.

Artikel Terkait : Jadon Sancho AS Roma: Transfer Gagal karena Gaji?

Bukan Kemenangan Biasa Hansi Flick Kritik Keras Barcelona di Laga Pembuka La Liga (2)
Bukan Kemenangan Biasa Hansi Flick Kritik Keras Barcelona di Laga Pembuka La Liga (2)

Alasan Flick Kesal dengan Performa Tim

Dengan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama, Barca seharusnya bisa menang dengan skor yang jauh lebih besar. Flick pun memasukkan Marcus Rashford dan Dani Olmo di babak kedua untuk menambah daya gedor. Namun, keduanya gagal mencetak gol. Seusai laga, Flick kesal dengan Barcelona dan tanpa ragu mengungkapkan ketidakpuasannya. Ia merasa timnya kurang intensitas dan tidak memanfaatkan keunggulan jumlah pemain yang mereka miliki.

Kepada Movistar, Flick mengungkapkan kekecewaannya: “Saya tidak suka pertandingan ini. Ini memang tiga poin yang penting, tapi setelah unggul 2-0 dan lawan kena dua kartu merah, saya merasa tim saya hanya bermain 50%. Itu tidak boleh terjadi. Saya harus bicara dengan para pemain soal ini. Tidak bisa bermain 50% melawan sembilan pemain, itu bukan hal yang saya harapkan.”

Kritik tajam ini menunjukkan filosofi Flick yang tak kenal kompromi. Pelatih yang dikenal dengan gaya high-pressing dan intensitas tinggi saat sukses bersama Bayern Munich ini, tampaknya tidak akan menoleransi sikap malas dari para pemainnya.

Fakta di Balik Kemenangan Barcelona

Kritik tajam yang dilontarkan Hansi Flick kritik Barcelona ini bukan tanpa alasan. Statistik menunjukkan bahwa sejak La Liga musim 2016/17, Barcelona adalah tim yang paling sering mendapat keuntungan dari kartu merah lawan, yakni sebanyak 52 kali. Fakta ini menjadi sorotan tersendiri, karena seakan-akan menegaskan bahwa tim sering kali bergantung pada keuntungan eksternal, bukan pada dominasi taktis murni.

Barcelona kini bersiap menghadapi Levante pada Minggu (24/8) dini hari mendatang dalam laga pekan kedua La Liga musim ini. Tentu saja, fokus utama kini bergeser ke perbaikan performa agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di laga selanjutnya. Dengan kritik ini, Flick telah mengirimkan pesan yang jelas: tidak ada toleransi untuk sikap malas, dan hanya performa terbaik yang akan diterima.

Anton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *