Inter Milan meraih kemenangan krusial di kandang Cremonese, namun laga ini dinodai insiden memalukan. Lautaro Martinez dan Beppe Marotta memberikan kecaman keras terhadap ulah oknum fans Nerazzurri. Mereka nyaris mencelakakan Emil Audero dengan lemparan flare ke dalam lapangan yang memicu ketegangan di area gawang.
Artikel Terkait : Comeback Sensasional Berujung Baku Hantam, Todibo Diusir Wasit Usai Cekik Leher Lawan

Kronologi Emil Audero Terkena Lemparan Flare di Lapangan
Insiden berbahaya terjadi pada menit ke-49 ketika sebuah flare jatuh tepat di dekat kaki Emil Audero. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan agar tim medis bisa merawat kiper timnas Indonesia tersebut. Di saat yang sama, chant provokatif terdengar dari tribun pendukung Inter, yang membuat suasana semakin panas.
Lautaro Martinez dan pelatih Cristian Chivu langsung berusaha menenangkan massa di tribun. Meski sempat terlihat linglung akibat ledakan flare tersebut, Emil Audero menunjukkan ketangguhannya. Ia bangkit dan memberi isyarat kepada wasit bahwa dirinya sanggup melanjutkan pertandingan hingga peluit akhir dibunyikan.
Dominasi Inter Milan di Markas Cremonese
Sebelum kericuhan pecah, Inter Milan sebenarnya tampil sangat dominan di Stadion Giovanni Zini. Tim tamu mengokohkan posisi di puncak klasemen setelah menang 2-0. Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-16, disusul tendangan keras Piotr Zielinski yang gagal dihalau oleh Audero pada menit ke-31.
Kemenangan ini membuat Inter mengoleksi 55 poin, unggul delapan poin dari AC Milan di posisi kedua. Namun, perayaan kemenangan ini terasa hambar karena tindakan tidak sportif para suporter. Pihak klub merasa kesuksesan di lapangan dicoreng oleh perilaku yang membahayakan keselamatan pemain lawan.
Lautaro Martinez Mengutuk Keras Ulah Fans Sendiri
Sikap suporter Inter membuat Lautaro Martinez meradang. Sebagai kapten, ia tidak menoleransi tindakan yang bisa mencederai rekan seprofesi. Lautaro juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Emil Audero, yang merupakan mantan rekan setimnya saat meraih bintang kedua Serie A musim lalu.
“Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, ada risiko pribadi. Kami meminta maaf kepada Audero dan seluruh fans Cremona,” cetus Lautaro kepada DAZN. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah pertunjukan yang dilihat dunia, sehingga sportivitas dan keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Investigasi Kepolisian dan Profesionalisme Emil Audero
Presiden Inter, Beppe Marotta, juga memberikan pernyataan tegas terkait insiden tersebut. Ia meminta pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh untuk menangkap pelaku pelemparan flare. Marotta mengutuk keras kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan yang benar-benar tidak masuk akal dalam dunia olahraga.
Selain mengecam suporter, Marotta secara khusus memuji profesionalisme Emil Audero. Meskipun mendapat intimidasi dan serangan fisik dari tribun, penjaga gawang Cremonese tersebut tetap fokus menjaga gawangnya. Inter kini langsung mengalihkan fokus ke Coppa Italia, sementara Cremonese harus segera bangkit untuk menghadapi tantangan berat dari Atalanta di laga berikutnya.